Ungkapkan Itu Melalui Tulisan
Ungkapkan Itu Melalui Tulisan
Keterampilan berbahasa dibagi menjadi empat keterampilan yaitu menyimak, berbicara,
membaca dan menulis. Menulis merupakan kemampuan bahasa yang keempat yang dapat diartikan sebagai suatu kegiatan
untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Sering
kali saya memiliki banyak ide, gagasan yang muncul dalam benak namun untuk
mengungkapkan itu dengan berbicara terasa sulit dikarenakan saya kurang memiliki kepercayaan diri untuk berbicara pada
khalayak ramai. Hal tersebut mendorong saya untuk belajar menulis dengan
mengikuti Kelas Belajar Menulis Nusantara ( KBMN) PGRI Angkatan 28.
Pada pertemuan kedua Pelatihan KBMN Angkatan
28 dibagi menjadi 4 sesi yaitu (1 ) Pembukaan,
( 2 ) Paparan materi melalui chat WAG, (3 ) Tanya jawab dan ( 4 ) Penutup. Pada
sesi pembukaan dibuka oleh moderator Ibu Widya
setianingsih, S. Ag. dengan sebuah kalimat "Orang-orang sukses
hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses"dari Brian Tracy. Kalimat
tersebut memberikan saya semangat untuk terus mengikuti pelatihan KBMN PGRI
Angkatan 28 ini di tengah – tengah kesibukan sebagai seorang pendidik.
Tema pertemuan kedua adalah “ Menjadikan Menulis
sebagai Possion” dengan narasumber Dra. Sri
Sugiatuti, M. Pd yang dijuluki sebagai Ratu Antologi. Berikut adalah biodata dari Dra. Sri
Sugiatuti, M. Pd yang saya peroleh dari materi yang dikirimkan melalui chat WAG
KBMN PGRI Angkatan 28
Dari tema dan narasumber saya tertarik dengan kata Possion dan Antologi yang masih asing di telinga saya sebagai penulis pemula di Blog. Ratu Antologi memaparkan melalui chat WAG , Passion atau renjana adalah satu gairah yang dimiliki semua orang, untuk menjaga possion dengan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi sehingga tidak pernah padam. Begitu juga dengan proses menulis, ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam, Karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban sehingga ketika belum menulis ada sesuatu yang akan terasa kurang. Sedangkan Antologi berasal dari bahasa yunani yang diserap sebagai bahasa Indonesia memiliki arti sebagai karangan bunga atau kumpulan bunga. Nah, inilah yang dijadikan pengertian bahwa antologi adalah sebuah “kumpulan” dan pengertian buku antologi adalah buku yang berisi kumpulan karya sastra yang sejenis (baik cerpen, esai ataupun puisi) yang memiliki tema yang sama dan dibukukan menjadi satu terbitan (dikutip dari https://deepublishstore.com/pengertian-buku-antologi/#:~:text=Antologi%20berasal%20dari%20bahasa%20yunani,antologi%20adalah%20sebuah%20%E2%80%9Ckumpulan%E2%80%9D) .
Dalam materi yang dibagikan melaui chat WAG Dra. Sri Sugiatuti, M. Pd ada kendala / hambatan seseorang menulis diantaranya adalah merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik dan tidak suka menulis. Saya pun mengalami hal tersebut tepatnya saya kadang merasa tidak bisa menulis,memulai kalimat pembuka itu cukup sulit untuk saya dan satu hal lagi merasa tidak punya waktu untuk menulis. Kemudian Moderator menyampaikan pertanyaan “ Mengapa kita menulis ?” Jawabannya “ Mengapa menulis versi Founder KBMN antara lain bisa traveling ke luar negeri, karena memang lomba bisa dapat duit dari gopay, bisa ketemu mas Menteri, bisa ketemu Pak Presiden serta bisa mengedukasi pembaca untuk berliterasi ungkap beliau. Dari jawaban beliau saya pun menemukan alasan mengapa saya menulis, saya ingin menulis karena merasa sebagai seorang Guru harus terus belajar sehingga bisa berbagi dan bermanfaat bagi orang banyak dan ketika saya sudah tidak ada tulisan saya akan tetap bermanfaat untuk orang banyak.
Selain alasan menulis kami peserta KBMN PGRI
Angkatan 28 juga diberikan bagaimana langkah-langkah menjadi penulis yang baik
yaitu : Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku
baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan
background akademik atau interest pribadi kita). Hal ini penting karena ide dan
gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita
baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan,
ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat, baik secara langsung
maupun apa yang kita lihat dan baca di media, dan Berapa banyak pengetahuan,
pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap. Selain langkah – langkah
tersebut sebelum menulis kita perlu melakukan persiapan diantaranya :
1. Menggali
dan Menemukan Gagasan/Ide
2. Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca
3. Menentukan Topik
4. Membuat Outline
5. Mengumpulkan Bahan Materi / Buku
( dikutip dari materi ppt Pelatihan KBMN PGRI Angkatan 28 )
Pada sesi yang ketiga yaitu sesi tanya jawab
saya tertarik dengan salah satu pertanyaan yang dipaparkan oleh Teguh Wiyono
yaitu ;
“ Apakah menulis di era digital masih
relevan..ditengah banjirnya youtube, tiktok dan media media yang bisa mengirim
pesan yg lebih visual ? Sebagai gambar sekarang orang suka nonton video dibanding
membaca, bagaimana menjawab tantangan ini? “
Dan narasumber pun menjawab :
“ Terima kasih pertanyaannya Pak Teguh.
Jangan risau dengan adanya digital, tik tok juga youtube. Percayalah kegiatan
Literasi bisa dalam bentuk buku atau ebook.
Untuk menjawab tantangan ini sering adakan lomba dan menghidupkan
Literasi di segala lini. Supaya laris manis kita harus memiliki teknik
marketing yang jitu. “
Pada sesi penutup pertemuan ditutup dengan
sebuah kata motivasi dari beliau ” sebagai
manusia hanya bisa mengajak kebaikan dan agar bisa bersama-sama naik kelas
dengan menulis. Karena menulis adalah keterampilan tertinggi saat mengolah
rasa, mengolah kata, dan merangkainya jadi pesan yang bermakna bagi si pembaca.
Dan yang terpenting lagi dari apa yang kita tulis Allah rida, Sehingga ada
nilai ibadahnya dan insyaallah dengan
menulis kita bisa mulia di mata Allah. Aamiin YRA “.
Sekian yang dapat saya sampaikan pada tulisan
kali ini, sampai jumpa pada tulisan selanjutnya semoga bermanfaat.
“ Man Jadda Wajada _ Barang Siapa Yang Bersungguh-sungguh Pasti Berhasil “
Salam dari Lombok


Semangat terus, kawan!
BalasHapusSemangat berproses menjadi "writing is my passion"
BalasHapusKalau mengungkapkan lewat tulisan memang maknyus bu...mantaaap
BalasHapusMantap, semangat selalu teman.
BalasHapusGanbatte!
BalasHapusRapi resumenya..
BalasHapusSepakat.. dengan quotes penutupnya..
Setuju dengan semangat dan mottonya.... 👍👍
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMemang benar lebih mudah mengungkapkannya lewat tulisan...
BalasHapusSemangat menulis dimanapun dan kapanpun...
BalasHapusSemoga semangat kita tetap menggebu-gebu sobat...
BalasHapusSemangat terus sobat...
BalasHapusSemoga kita termasuk orang yang bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu...