Mengenal Diksi dan Seni Bahasa 


Kelas Belajar Menulis Nusantara ( KBMN) PGRI

Pertemuan Ke - 18

Resume                  : 18

Gelombang           : 28

Tanggal                  : 17 Februari  2023

Tema                       :  Diksi Seni Bahasa

Narasumber         :  May Dearly 

Moderator             :  Widya Setianingsih, S. Ag 

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

"Ketika orang lain mengatakan impianmu terlalu sulit untuk diraih, jangan dengarkan. Sepanjang kamu masih hudup, kamu memiliki kekuatan. Hanya kamu yang mampu melihat potensi dalam diri. " _cademia.com 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Salam sehat dan bahagia untuk sahabat Pejaya.

Tidak terasa sudah enam pekan berlalu mengikuti kegiatan pelatihan KBMN PGRI Angkatan 28 melalui media WAG. Pada pertemuan malam ini dibuka oleh Om Jay dengan kata - kata penuh semangat untuk kami, " Belajar secara online memang dibutuhkan kesabaran sekaligus keikhlasan. Siapa yang sabar pasti akan pintar. Siapa yang ikhlas pasti tuntas. Belajar menulis harus dimulai dari diri sendiri. Menjaga konsistensi dalam menulis bukanlah perkara mudah. Menulis dalam kesibukan bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Namun, berikanlah tugas itu kepada orang yang sibuk. Sebab orang yang sibuk itu pandai mengelola waktu dengan baik. Mereka sukses dalam hidupnya" Ungkap Om Jay, jangan lupa kunjungi blog Om Jay di https://wijayalabs.com/.

Pertemuan dibuka oleh moderator Ibu Widya Setianingsih atau yang akrab disapa Ibu Widya Arema dengan sebuah puisi berjudul " Sahabat", pertemuan ini kali keduanya Ibu Widya bertugas sebagai moderator. Tema pertemuan kali ini " Diksi dan Seni Bahasa " dengan narasumber Ibu Maesaroh atau yang akrab disapa Ibu May Dearly. Berikut profil narasumber kita :


Untuk lebih jelas tentang beliau, silahkan kunjungi https://maydearly.blogspot.com/

Materi kali ini tentang Diksi dan Seni Bahasa, pertemuan sebelumnya sempat dibahas tentang diksi oleh narasumber Ibu E. Hasanah, dimana Diksi merupakan pilihan kata-kata yang akan kita gunakan dalam puisi, hasil pemilihan secara cermat dengan pertimbangan makna, susunan bunyi, ataupun hubungan kata itu dgn kata- kata lainnya dalam larik atau bait. 

Pada flyer yang dibagikan melalui chat WAG KBMN dijelaskan, Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis. Diksi dan Puisi dua kata yang tidak bisa terpisahkan. Dengan diksi puisi semakin bernyawa. Dengan diksi pula membuat hati yang dingin menjadi menyala dalam suka cita. 

Berikut materi yang saya rangkum pada pertemuan malam ini :

Pengertian Diksi

  • Diksi – akar katanya dari bahasa Latin: dictionem. Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction Kata kerja ini berarti: pilihan kata. Maksudnya, pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.
  • Dalam sejarah bahasa, Aristoteles – filsuf dan ilmuwan Yunani inilah yang memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya itu ia sebut diksi puitis yang ia tulis dalam Poetics– salah satu karyanya. Seseorang akan mampu menulis indah, khususnya puisi, harus memiliki kekayaan yang melimpah: diksi puitis. Gagasan Aristoteles dikembangkan fungsinya, bahwa diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.
  • William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.

Mengapa Diksi begitu penting dalam kajian sebuah bahasa? " Sebab banyak keindahan atas sebuah kata yang tak tereja oleh bibir. Diksi bak pijar bintang di angkasa yang menunjukan dirinya dengan kilauan, mempesona dan tak membosankan" , ungkap narasumber.


Lima jurus jitu dalam mengembangkan diksi yang menarik

Terkadang banyak penulis yang merasa takut dalam memulai sebuah tulisan, terkadang lidah kita merasa kelu untuk menulis sesuatu yang menakjubkan. Ada keraguan yang dibungkam sebelum diterjemahkan dalam bahasa. Untuk mengatasi hal tersebut narasumber memberikan lima jurus jitu yang melibatkan lima macam panca indera kita yaitu:
  1. Sense of Touch, adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. indra peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit. Aplikasi indra peraba ini juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti angin misalnya. Atau, cocok juga diterapkan untuk sesuatu yang kita rasakan dengan menyentuhnya, atau tidak dengan menyentuhnya. Contohnya "Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi"
  2. Sense of Smell, adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan. Contohnya " Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu ku gantungkan dilangit harapan" .
  3. Sense of Taste adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah. Contohnya " Ku kecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari ku genggam Hp tangan  kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu". 
  4. Sense of Sight, adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya.  Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya. Contohnya " Derit daun pintu mencekik udara ditengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu hanya sebagai lamunan".
  5. Sense of hearing adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.  Contohnya " Derum kejahatan yang mendekat terasa begitu kencang. Udara hening, tetapi terasa berat oleh jerit keputusasaan yang dikumandangkan bebatuan, sebuah keputusan yang menghakimiku untuk tak lagi merinduimu".

Acap kali dalam menulis kita hanya melibatkan otak kita sebagai muara untuk berpikir tanpa kita dengar, tanpa kita rasa, tanpa kita raba, jika terkadang sesuatu di pelupuk mata bisa menjadi rongga untuk mencumbu tulisan kita, ungkap Ibu May Dearly. Pada akhir materi narasumber memberikan sentuhan penutup pemaparan materi dengan kalimat : 

" Setelah mencoba, kita akan yakin, setelah yakin Pasti Bisa.
Did you know a true writes is someone that never feeling down. Seberapa sulit hal yang kita hadapi she's never give up. Ia sama sekali tak putus asa, selalu berusaha mencoba dan terus mencoba. 
Seberapa sulit ia menata perasaan nya, she's always create a good idea ia selalu menumbuhkan ide- ide baru". 

Wah, setelah menyimak pemaparan Beliau tentang diksi, jadi tertantang untuk membuat puisi dengan bahasa - bahasa yang membuat jatuh cinta. 

Sekian resume pertemuan kali ini, semoga bermanfaat untuk semua sahabat setia Pejaya.

Salam literasi. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan Pertama Sang Pemula