Menulis Puisi
Kelas Belajar Menulis Nusantara ( KBMN) PGRI
Pertemuan Ke - 17
Resume : 17
Gelombang : 28
Tanggal : 15 Februari 2023
Tema : Menulis Buku Cerita Digital
Narasumber : Dr. Hj. E. Hasanah, M. Pd
Moderator : Sim Chung Wei, SP.
بسم الله الرحمن الرحيم
"Beranilah melakukan apapun yang tidak kamu sukai asalkan itu untuk kebaikan, karena itulah yang akan membangun karaktermu, akalmu, dan hatimu. " - Emha Ainun Najib
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.
Salam sehat dan bahagia untuk sahabat Pejaya.
Sahabat Pejaya dimanapun berada, pada pertemuan ke 17 KBMN PGRI Angkatan 28 pembelajaran dilaksanakan melalui chat WAG KBMN dengan moderator Bapak Sim Chung Wei, SP. salah satu dari Tim Solid Omjay (TSO) yang biasa disapa Koko Sim. Beliau merupakan peserta Kelas Menulis di gelombang 26 yang sudah berhasil menerbitkan buku solo " Menulis itu Menyenangkan" dan enam buku antologi, tiga dari enam buku antologi merupakan antologi puisi.
Tema pertemuan kali ini " Menulis Puisi" dengan narasumber Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M. Pd. dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 10 Agustus 1967. Pendidikan terakhir beliau adalah Pascasarjana Ilmu Pendidikan (S3) di UNINUS Bandung dan lulus tahun 2022. Narasumber merupakan Pengawas Madrasah Aliyah di Kankemenag Sukabumi (2015 - sekarang) serta staf Pengajar di STAI Kharisma Cicurug. Motto Beliau "Sesungguhnya hanya orang-orang berakal yang dapat menerima pelajaran" (QS Az-Zumar [39]: 9)
Dr. E. Hasanah, M. Pd
Banyak prestasi yang sudah diraih oleh narasumber, diantaranya :
- Pengawas berprestasi tingkat Jawa Barat tahun 2021,
- salah satu Peraih Anugerah Guru dan GTK Kemenag Berprestasi Tingkat Nasional Kategori Pengawas Madrasah Berprestasi tahun 2021,
- Pengelola kursus berprestasi ke-3 tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2015,
- Menerbitkan buku solo berjudul " Buku Panduan Guru Penulis Pemula" dan berjudul " Selaksa Suara Sukma " yng sudah ber-ISBN,
- dan lebih dari 70 buku antologi.
Untuk lebih mengenal Beliau, silahkan kunjungi : https://hasanahhalima.blogspot.com/2023/02/profil-e-hasanah.html.
sebelum saya membahas tentang materi, saya jadi teringat ketika menyelesaikan salah satu tugas Program Guru Penggerak Angkatan 5 modul 1.1 tentang Filosofis Pemikiran KHD, dimana kami diminta membuat sebuah karya dalam bentuk lirik lagu, puisi , tulisan dan lain - lain yang menggambarkan hal tersebut. Dan akhirnya saya memilih membuat puisi, padahal masih belum paham asal buat saja hehe. Berikut puisi yang saya buat :
Nah, menurut sahabat pejaya, bagaimana puisi yang saya buat? Apakah sudah sesuai dengan kaidah penulisan puisi? Untuk lebih jelasnya tentang puisi, berikut materi yang saya rangkum pada pertemuan malam ini .
Pengertian puisi
- Pengertian Puisi menurut KBBI,
- Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
- Puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehinggan mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan, khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus.
- Puisi juga diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat.
- Puisi merupakan sajak yang :
- Bebas - puisi yang tidak terikat oleh rima dan mantra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik.
- Berpola - puisi yang mencakupi jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru atau bentuk lainnya.
- Dramatik - puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang.
- Lama - puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal.
- Mbeling - sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang /sa
2. Pengertian puisi menurut H.B. Jassin
Merupakan suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Struktur Fisik Puisi ( Unsur dan Wujud )
- Bentuk : Berbentuk baris - bait
- Diksi : Pemilihan kata indah dan memiliki kekuatan makna
- Majas : Bahasa Kias untuk mengungkapkan isi hati penyair
- Rima : Persamaan bunyi dibaris/akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi.
Puisi dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu :
- Puisi Lama yaitu puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, persajakan ( rima), banyak suku kata ditiap baris.
- Puisi Baru yaitu puisi yang tidak terikat aturan aturan, yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
- Puisi Lama memiliki ciri - ciri sebagai berikut :
- Jenis - jenis puisi lama;
- Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib, contoh: mantra untuk mengobati orang dari makhluk halus.
- Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi. Seloka adalah pantun yang berkait atau bertautan.
- Talibun, yaitu pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8 atau 10 baris.
- Puisi baru memiliki ciri - ciri sebagai berikut :
Puisi baru dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :
- Balada yaitu puisi berisi kisah/ cerita.
- Himne yaitu puisi pujaan untuk menghormati Tuhan, seorang Pahlawan atau tanah air.
- Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.
- Epigram yaitu puisi yang berisi ajaran atau tuntunan hidup
- Romansa adalah puisi yang berisi luapan cinta kasih.
- Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis atau kesedihan.
- Satire yaitu puisi yang berisis sindiran atau kritik.
Itulah beberapa materi yang saya rangkum pada pertemuan kali ini, dan diakhir pertemuan saya ingin menuangkan puisi yang saya tulis.
SUHARTINI
Senyuman tersirat penuh makna
Untuk menatap hari esok
Harapan untuk terus hidup
Akan bermanfaat untuk semua
Rasa lelah yang tak dihargai
Tidak akan menjadi halangan
Itu akan menjadi motivasi
Nama yang tak diingat
Itu akan menjadi amal yang hakiki
Semoga bermanfaat ya...
Salam literasi.



Komentar
Posting Komentar