Tulisan Juga Pengantin

Kelas Belajar Menulis Nusantara ( KBMN) PGRI

Pertemuan Ke - 12

Resume                 : 12

Gelombang           : 28

Tanggal                 : 3 Februari  2023

Tema                     :  Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan  

Narasumber         :  Susanto, S. Pd

Moderator             : Helwiyah, S. Pd., M.M.

بسم الله الرحمن الرحيم

" Tulisan  layaknya pengantin, akad nikah dulu baru resepsi . Begitu juga Tulisan profeading dulu sebelum dipublikasikan". (Suhartini)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Salam sehat dan bahagia untuk semua sahabat  Pejaya ( Pembelajar Sepanjang Hayat).

Berani keluar dari zona nyaman tidak semua orang dapat melakukankannya, banyak orang diluar sana yang masih merasa ragu untuk mempublikasikan tulisan miliknya sendiri ( termasuk saya sendiri sebelum mengikuti KBMN PGRI ), karena berbagai alasan seperti tidak mau dikritik, malu tulisan dibaca orang banyak, takut salah dan seribu alasan lainnya. Nah, pertemuan malam ini menjawab segala alasan yang dibuat - buat untuk tidak menulis dan mempublikasikan tulisan yang sudah dibuat.  

Pertemuan yang ke - 12 kali ini dibuka oleh moderator Ibu Helwiyah, S. Pd.,M.M yang merupakan salah satu tim solid Om Jay dan alumni angkatan 20 pelatihan KBMN. Beliau menyampaikan harapannya untuk semua peserta KBMN PGRI angkatan 28 , semoga malam ini menjadi malam yang menginspirasi untuk memotivasi diri mewujudkan  mimpi menjadi penulis sejati, Amin Ya Rabbal Alamin.

Tema kita kali ini " Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan " dengan narasumber Bapak Susanto, S, Pd. yang akrab disapa Pak De Su, merupakan alumni pelatihan KBMN angkatan 15 dan mulai menjadi narasumber pada angkatan 19 pelatihan KBMN ini. Beliau merupakan pendidik di SD Negeri Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas (2017-sekarang). Ayah 4 orang anak ini,  memulai sebagai blogger pada tahun 2009 dan kembali aktif menulis blog sejak agustus 2020 sehingga beliau menjabat sebagai pengurus sekaligus anggota Grup Blogger Lagerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional) dan anggota AISEI (Association for International-Minded School Educators Indonesia) dengan nomor anggota AISEI-507, member sejak 25 Desember 2021. Untuk lebih mengenal beliau sahabat Pejaya dapat mengunjungi https://blogsusanto.com/

Salah satu karya Bapak Susanto, S. Pd

Setelah membahas tentang moderator dan narasumber kita, selanjutnya kita akan membahas materi tentang proofreading sebelum menerbitkan tulisan. Berikut ulasan materi yang saya rangkum dalam pembelajaran melalui chat WAG KBMN PGRI angkatan 28 . 

1. Pengertian Proofreading 
    Profreading adalah tahap terakhir dari proses editorial dengan tujuan untuk menemukan     kesalahan yang terlewatkan oleh penulis, editor, dan perancang buku atai formatter
2. Swasunting
    Sebelum melakukan proofreading hendaknya melakukan swasunting, apa itu swasunting? Swasunting adalah mengedit naskah secara mandiri atau self-editing biasanya  digunakan penulis untuk mengedit naskahnya sendiri. Ada 4 tahapan swasunting yaitu  :
  • Endapkan tulisan anda dalam beberapa saat atau waktu, setelah menulis jangan langsung dipublikasikan atau diterbitkan sebaiknya diendapkan dulu dalam beberapa menit, jam atau hari. 
  • Meminta teman membaca tulisan kita, teman yang dimaksud bisa dari keluarga, rekan kerja dan lain - lain atau kita sendiri dengan membaca menggunakan suara yang lantang. 
  • Meminta seorang proofreader, dalam melakukan swasunting kita bisa meminta  proofreader ( orang yang diberikan tugas untuk melakukan proofreading ) untuk membaca tulisan kita. 
  • Menggunakan aplikasi atau  editing tool, jika tulisan dalam bentuk ebook atau aplikasi mswoord dalam melakukan swasunting kita bisa menggunakan editing tool atau google doc untuk memperbaiki typo. 
3.  Dalam proses menulis melewati tiga hal, seperti pada gambar berikut :
    doc. WAG KBMN PGRI angkatan 28
    
    Dalam menulis letak proofreading adalah sesudah tulisan jadi, jangan melakukan proofreading saat tulisan setengah jalan karena kemungkinan besar tulisan itu tidak jadi dan tidak akan utuh menjadi suatu tulisan yang diharapkan,  pada kegiatan proofreading kita akan memeriksa konten, tata bahasa dan kosa kata, ungkap Pak D Su.

 4. Tips melakukan proofreading    
    Beberapa tips yang diberikan Pak D Su dalam melakukan proofreading yaitu :
  • Perhatikan detail ;  proofreading adalah jenis membaca yang berbeda. Anda harus membaca setiap huruf, setiap tanda baca, dan setiap spasi.
  • Membaca dengan lantang ; mendengar kata - kata akan membantu Anda mendengar kesalahan yang tidak dilihat mata Anda. 
  • Baca perlahan ; tulisan non fiksi yang padat dan bersifat tehnis, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengoreksi dari pada yang lain. 
  • Beristirahat dan berbaik hati pada diri sendiri ; proofreading membutuhkan fokus yang intens, dan sulit untuk mempertahankan fokus dalam jangka waktu yang lama. 
5.  Alat yang digunakan dalam melakukan proofreading 
    Alat yang digunakan untuk membantu kita melakukan proofreading, tentu saja KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2022 diganti dengan EYD. Ketetapan itu merujuk pada Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Sebelum belajar materi ini, setelah selasi menulis saya tidak pernah memeriksa tulisan saya kembali langsung publikasi saja. Setelah belajar  materi ini,  saya semakin memahami betapa pentingnya melakukan proofreading sebelum menerbitkan tulisan kita. 

Semoga bermanfaat ya untuk sahabat Pejaya, dan semangat terus untuk berliterasi, 
Semoga berkah.....

Salam Literasi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan Pertama Sang Pemula